Kamis, 27 Juni 2013

Biokimia Lemak



                                  


BAB I
1.1    PENDAHULUAN

           Lemak dan minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid , yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar,misalnya dietil eter (C2H5OC2H5), Kloroform(CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya. (http://um.ac.id) Lemak dan minyak dapat larut dalam pelarut yang disebutkan di atas karena lemak dan minyak mempunyai polaritas yang sama dengan pelaut tersebut.

          Bahan-bahan dan senyawa kimia akan mudah larut dalam pelarut yang sama polaritasnya dengan zat terlarut (like dissolved like). Tetapi polaritas bahan dapat berubah karena adanya proses kimiawi. Misalnya asam lemak dalam larutan KOH berada dalam keadaan terionisasi dan menjadi lebih polar dari aslinya sehingga mudah larut serta dapat diekstraksi dengan air. Ekstraksi asam lemak yang terionisasi ini dapat dinetralkan kembali dengan menambahkan asam sulfat encer (10 N) sehingga kembali menjadi tidak terionisasi dan kembali mudah di ektrasi dengan pelarut non-polar.

         Minyak adalah turunan karboksilat dari ester gliserol yang disebut gliserida. Sebagian besar gliserida berupa trigliserida atau triasilgliserol yang ketiga gugus OH dari gliserol diesterkan oleh asam lemak . Jadi, hasil hidrolisis lemak dan minyak adalah asam karboksilat dan gliserol . Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang.

1.2.  RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana standar kualitas air, inyak dan lemak yang baik?
2.      Bagaimana proses pengolahan air, minyak dan lemak yang bersih?
3.      Teknik-teknik apa yang digunakan dalam proses penjernihan air, minyak dan   minyak?

1.3.   TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui standar kualitas air, mimyak dan lemak
2.      Untuk mengetahui proses pengolahan air, minyak dan lemak bersih
3.     Untuk mengetahui teknik-teknik yang digunakan dalam proses penjernihan air, minyak dan lemak

BAB II
1.4.  PEMBAHASAN
     4. Alat dan Bahan     
               4.1  Alat
                     4.1.1  Tabung reaksi
                     4.1.2  Rak tabung reaksi
                     4.1.3  Pipet volume
                     4.1.4  Pipet tetes
               5.1  Bahan
                     5.2.1  Minyak
                     5.2.2  KOH 0,5 N
                     5.2.3  HCL 0,5 N
                     5.2.4  Indikator PP

     6. Pelaksanaan praktikum
          6.1 Timbang minyak sebanyak 5 gram dan air 5 gram dalam Erlenmeyer
          6.2 Tambahkan sebanyak 50 ML KOH 0,5 N alkoholik
          6.3 Tutup dengan pendingin, selanjutnya didihkan sampai minyak tersabunkan secara sempurna ditandai dengan tidak terlihat butir-butir lemak atau minyak dalam larutan
          6.4 Setelah dingn titrasi dengan HCL 0,5 N menggunakan indikator PP 3 tetes
          6.5 Panaskan selama 10-15 menit  
          6.6 Amati perubahan yang terjadi
          6.7 Ulangi percobaan sekali lagi



Hasil Pengamatan
No.
Larutan
Larutan KOH
Sebelum Titrasi
Sesudah Titrasi
1.
Minyak 5,18 gram
Larutan KOH 0,5 N (50ml)
·         Warna awal minyak + KOH berwarna putih ada gelembungnya.
·         Setelah dipanaskan selama 15 menit tidak terdapat butiran lemak, lemkanya menyatu setelah dinding dan digoyangkalembun terdapat gelembung minyaknya.
·         Dan titrasi indikator PP 3 teteswarna berubah dari putih kekuningan menjadi pink pekat dan setelah digoyangkan warna pink pekatnya semakin pudar.
·         Setelah dititrasi dengan HCL (0,5N) warna pink berubah menjadi bening dengan volume titrasi 41,7
2.
Air
Larutan KOH 0,5 N (50ml)
·         Warna awal air + KOH berwarna putih bening
·         Setelah diteteskan indikator PP berubah warna dari putih bening menjadi pink bening
·         Setelah dititrasi dengan HCL  (0,5N) warna pink bening berubah menjadi putih bening dengan volume titrasi 42,7



Penghitungan:

Angka Penyabunan = (tb - ts) x N HCl x BM KOH
                                        Berat sampel (gram)
                                 = (42,7 - 41,7) x 0,5 x 56
                                                  5,18
                                 = (1) x 0,5 x 56
                                           5,18
                                 =   28
                                     5,18
                                 = 5,4054054



1.      Sifat Lemak
           Pengertian lemak adalah kelompok ikatan organik yang terdiri atas unsure-unsur Carbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O), yang mempunyai sifat dapat larut dalam zat-zat pelarut tertentu, seperti petroleum benzene, ether. Lemak yang mempunyai titik lebur rendah bersifat cair.
Lemak adalah bahan-bahan yang mengandung asam lemak, baik ada yang dalam bentuk cair dalam temperatur biasa maupun ada dalam bentuk padat.lemak cair dalam temperatur biasa disebut minyak (oil), sedangkan yang berbentuk padat disebut lemak (fat).
           Struktur kimia lemak terdiri dari ikatan antara asam lemak dan gliserol. Sifat lemak larut dalam pelarut non polar, seperti etanol, ether, kloroform, dan benzene.
           Lemak merupakan bahan padat pada suhu ruang disebabkan kandungannya yang tinggi akan asam lemak jenuh yang tidak memiliki ikatan rangkap, sehingga mempunyai titik lebur yang lebih tinggi, sedangkan minyak merupakan bahan cair pada suhu ruang disebabkan tingginya kandungan asam lemak yang tidak jenuh, yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap diantara atom-atom karbonnya, sehingga mempunyai titik lebur yang rendah (Winarno, 1992)

2.       Minyak

             Definisi minyak. Minyak adalah satu bentuk umum senyawa kimia yang tidak bisa bercampur dengan air, dan ia berada di dalam kondisi cair pada suhu biasa lingkungan. Bahan tersebut dikatakan juga sebagai hidrofobik atau lipofilik.

            Minyak terintegrasi dari satu atau lebih cairan hidrokarbon senyawa. Mereka berbeda dari hidrokarbon lain, seperti alkohol, keton dan eter. Perbedaan mereka dari lemak dan lilin adalah dari segi panjang rantai molekul.


3.      Air
              Pengertian air adalah cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang terdapat dalam kehidupan manusia sehari-hari. Air juga diperlukan diperlukan dalam kehidupan manusia , hewan, dan tumbuhan yang secara kimiawi mengandung hidrogen dan oksigen. Jika disekitar anda terdapat air yang berbau, berasa atau berwarna, kemungkinan itu adalah air yang telah tercampur dengan zat lainnya. Pengertian air menurut ilmu kimia mungkin disamakan dengan H2O.
Adapun Fungsi Air didalam Tubuh antara lain:
  • Mengatur suhu tubuh
  • Penting untuk aktivitas kimia dalam tubuh
  • Berfungsi sebagai pelarut untuk mineral, vitamin, asam amino, glukosa agar mudah diserap oleh tubuh
  • Membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh sel tubuh
  • Memastikan tubuh senantiasa bertenaga Melincirkan kawasan sendi (penting
    untuk ahli sukan, pesakit arthritis, penghidap masalah otot dan tulang yang kronik)
  • Bertindak sebagai penyerap hentakan di saraf tunjang dan organ dalam badan
  • Meningkatkan metabolisme sel, mengeluarkan zat yang tidak berguna dalam tubuh

             Lemak dan minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid , yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar,misalnya dietil eter (C2H5OC2H5), Kloroform(CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya.








BAB III
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Minyak bumi terbentuk dari sisa fosil mahkluk hidup yang tertimbun jutaan tahun yang lalu. Pengambilan minyak bumi dilakukan di kilang minyak. Kemudian di fraksionisasikan sesuai titik didihnya. Minyak bumi memiliki peranan penting bagu kehidupan, baik sebagai sumber energi maupun sebagai bahan baku industri petrokimia.
B. Saran
Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat dipebarui. Kini keberadaanya sudah hampir habis. Oleh karena itu, penggunaannya harus dihemat. Penggunaan bahan olahan minyak bumi juga memiliki efek samping. Seprti gas buangan dari mesin yang mengunakan bahan olahan minyak bumi. Asap tersebut merupakan indikasi pencemaran udara dan memperburuk kondisi dunia yang mengalami global warming.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar