Jumat, 28 Juni 2013

UJI NODA LEMAK, UJI KELARUTAN DAN UJI EMULSI



LAPORAN PRAKTIKUM
BIOKIMIA
UJI NODA LEMAK, UJI KELARUTAN DAN UJI EMULSI




Disusun oleh :

HENDRA WAHYULIANTO RAHMAN  C31120537


Dosen
            Nurkholis  S. Pt. MP                                                                      


JURUSAN PETERNAKAN
PROGRAM STUDI PRODUKSI TERNAK
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
TAHUN 2013


BAB I
1.1 PENDAHULUAN
           Pengertian lemak adalah kelompok ikatan organik yang terdiri atas unsure-unsur Carbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O), yang mempunyai sifat dapat larut dalam zat-zat pelarut tertentu, seperti petroleum benzene, ether. Lemak yang mempunyai titik lebur rendah bersifat cair.

          Lemak adalah bahan-bahan yang mengandung asam lemak, baik ada yang dalam bentuk cair dalam temperatur biasa maupun ada dalam bentuk padat.lemak cair dalam temperatur biasa disebut minyak (oil), sedangkan yang berbentuk padat disebut lemak (fat).Struktur kimia lemak terdiri dari ikatan antara asam lemak dan gliserol. Sifat lemak larut dalam pelarut non polar, seperti etanol, ether, kloroform, dan benzene.

         Lemak merupakan bahan padat pada suhu ruang disebabkan kandungannya yang tinggi akan asam lemak jenuh yang tidak memiliki ikatan rangkap, sehingga mempunyai titik lebur yang lebih tinggi, sedangkan minyak merupakan bahan cair pada suhu ruang disebabkan tingginya kandungan asam lemak yang tidak jenuh, yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap diantara atom-atom karbonnya, sehingga mempunyai titik lebur yang rendah.

1.2 TUJUAN
      1. Menjelaskan lipida dapat membentuk noda semi transparan pada kertas
      2. Menjelaskan mengetahui kelarutan lipida pada pelarut tertentu
        3.  Ternjadinya pembentukan emulsi dari minyak





BAB II
1.3 PEMBAHASAN
     3. Alat dan Bahan
         3.1 Alat
               3.1.1 Tabung  reaksi
               3.1.2 Rak tabung  reaksi        
               3.1.3 Pipet ukur, pipet hisap
          3.2 Bahan
               3.2.1 Minyak kelapan
               3.2.2 Campuran Alkohol –eter (2:1)
               3.2.3 Kertas tulis yang  tidak tembus pandang
               3.2.4 Kertas saring
               3.2.5 Alkohol  98%
               3.2.6 Kloroform
               3.2.7 Eter
               3.2.8 Akuades
               3.2.9 larutan Na2CO3 0.5%
               3.2.10 Larutan sabun
               3.2.11 Larutan protein
               3.2.12 Larutar empedu encer
    4. Pelaksaan pratikum
        4.1 Uji Noda Lemak
              4.1.1 Masukkan 2 mL campuran alkohol-eter kedalam tabung reaksi yang bersihdan kering
              4.1.2 Tambahkan 10 tetes minyak  kelapa dan  kocok kuat-kuat sampai semua bahan larut
              4.1.3 Teteskan campuran  tersebut pada kertas saring dan kertas tulis. Biarkan menguap dan lihat noda yang terbentuk
              4.1.4 Cuci nodanya dengan air dan keringkan kembali kertasnya dan perhatikan  nodanya kembali
              4.1.5 Amati perubahan yang terjadi
              4.1.6 Ulangi percobaan sekali lagi
    4.2 Uji Kelarutan Lemak
             4.2.1 Siapkan 4 buah tabng reaksiyang bersihdan kering
             4.2.2 Tabung pertama diisi dengan sebanyak 1mL Akuades, tabung ke dua diisi Alkohol 96% eter, tabung ketiga diisi dengan Kloroform, dan tabung keempat larutan Na2CO3 0.5%
             4.2.3 Tambahkan pada setiap tabung 5 tetes minyak kelapa
             4.2.4 Kocokmogen sampai homogen, lalu biarkan beberapa saat, dan amati sifat kelarutannya
             4.2.5 Amati perubahan yang terjadi
             4.2.6 Ulangi percobaan sekali lagi
    4.3 Uji Pembentkan Emulsi
             4.3.1 Siapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering
             4.3.2 Masukkan ke dala setiap tabung 5 tetes minyak kelapa
             4.3.3 Tambahkan pada tabung pertama Akuades sebanyak 2mL, pada tabung kedua tambahkan Akuades 2 mL dan 5 tetes Na2CO3 0.5%, pada tabung ketiga akuades 2 mL dan 5 tetes larutan sabun, pada tabung keempat larutan protein sebanyak 2 mL, tabung kelima larutan empedu encer sebanyak 2 mL
             4.3.4 Kocoklah setiap tabung dengan kuat, lalu biarkan beberapa saat
             4.3.5 Amati perubahna yang terjadi
             4.3.6 Ulagi percobaan sekali lagi






HASIL PENGAMATAN
1.      Uji Noda Lemak
No
Tabung
Larutan
Hasil Pengamatan
Sebelum
Sesudah
1.
Ø  2 mL Alkohol-eter minyak 10 tetes
Ø  Warna Alkohol-eter berwarna putih bening sebelum dihomogenkan
Ø  Warna Alkohol-eter + minyak setelah dihomogenkan berwarna putih kekuningan, minyak larut kedalam alkohol setelah didiamkan cukup lama larutan terdapat warna ke ungu-unguan.
2.
Ø  2 mL Alkohol-eter (ketas tulis+saring)
Ø  Terdapat noda yang terbentuk
Ø  Kertas tulis : masih terdapat noda karena disebabkan oleh adanya larutan minyak yang tidak dapat larut di air.

Ø  Kertas saring : masih terdapat noda tetapi tdk th terlalu terlihat, noda ulis dari lebih terang pada kertas tulis dari pada kertas saring


2.      Uji Kelarutan Lemak
No Tabung
Larutan
Hasil Pengamatan
Sebelum
Sesudah
1.
Ø  1 mL Akuades + 5 tetes minyak kelapa
Ø  Warna larutan sebelum di homogenkan berwarna putih bening
Ø  Warna larutan sesudah di homogenkan berwarna putih keruh, diatas larutan terdapat gelembung-gelembung minyak. Itu disebabkan karena minyak tersebut tidak menyatu
2.
Ø  1 mL Alkohol 96% eter + 5 tetes minyak kelapa
Ø  Warna larutan sebelum dihomogenkan berwarna putih bening
Ø  Warna larutan sesudah dihomogenkan menjadi putih bening, tidak ada perubahan. Karena minyak dengan alkohol menyatu
3.
Ø  1 mL Kloroform + 5 tetes minyak kelapa
Ø  Warna larutan sebelum dihomogenkan berwarna putih bening
Ø  Warna larutan sesudah dihomogenkan tetap berwarna putih bening, tidak ada perubahan karena minyak dengan kloroform menyatu
4.
Ø  1 mL Na2Co3 0.5% + 5 tetes minyak kelapa
Ø  Warna laruratn sebelum dihomogenkan berwarna putih bening
Ø  Warna larutan sesudah dihomogenkan berwarna putih lebih keruh hampir muju keputih susu di atas larutan terdapat endapan gelembung-gelembung minyak yang kecil-kecil

3.      Uji Pembentukan Emulsi
No
Tabung
Larutan
Hasil Pengamatan
Sebelum
Sesudh
1.
Ø  Akuades 5 tetes + minyak kelapa
Ø  Warna larutan sebelum dihomogenkan berwarna putih bening
Ø  Warna larutan sesudah dihomogenkan berwarna putih bening diatas larutan terdapat endapan minyak
2.
Ø  Akuades 2 mL + 5 tetes Na2CO3 + 5 tetes mnyak kelapa
Ø  Warna larutan sebelum dihomogenkan berwarna putih bening

Ø  Warna larutan sebelum dihomogenkan berwarna putih keruh
Ø  Warna larutan sesudah dihomogenkan berwarna putih keruh diatas terdapat endapan minyak


3.
Ø  Akuades + Sabun + minyak kelapa
Ø  Warna larutan sebelum dihomogenkan berwarna putih keruh
Ø  Warna larutan sesudah dihomogenkan berwarna putih keruh dan terdapat endapan
4.
Ø  Protein + minyak kelapa
Ø  Warna larutan sebelum dihomogenkan berwarna putih keruh
Ø  Warna larutan sesudah di homogenkan berwarna putih susu ada endapan
5.
Ø  Empedu encer + minyak kelapa
Ø  Warna larutan sebelum dihomogenkan berwarna hijau bening
Ø  Warna larutan sesudah dihomogenkan berwarna hijau keruh ada endapan

Pengertian Minyak kelapa:
Minyak goreng adalah minyak yang berasal dari lemak tumbuhan atau hewan yang dimurnikan dan berbentuk cair dalam suhu kamar dan biasanya digunakan untuk menggoreng makanan. Minyak goreng dari tumbuhan biasanya dihasilkan dari tanaman seperti kelapa, biji-bijian, kacang-kacangan, jagung, kedelai, dan kanola.
Minyak goreng umumnya berasal dari lemak tumbuhan atau hewan yang dimurnikan dan berbentuk cair dalam suhu kamar dan biasanyadigunakan untuk menggoreng bahan makanan (Wikipedia, 2009). Minyak goreng berfungsi sebagai pengantar panas, penambah rasa gurih, dan penambah nilai kalori bahan pangan.

Pengertian Eter:
            Eter adalah suatu senyawa organik yang mengandung gugus R—O—R', dengan R dapat berupa alkil maupun aril. Contoh senyawa eter yang paling umum adalah pelarut dan anestetik dietil eter (etoksietana, CH3-CH2-O-CH2-CH3). Eter sangat umum ditemukan dalam kimia organik dan biokimia, karena gugus ini merupakan gugus penghubung pada senyawa karbohidrat dan lignin.
Pengertian Akuades:
            Aquades adalah air hasil destilasi / penyulingan sama dengan air murni atau H2O, kerena H2O hampir tidak mengandung mineral. Sedangkan air mineral adalah pelarut yang universal. Oleh karena itu air dengan mudah menyerap atau melarutkan berbagai partikel yang ditemuinya dan dengan mudah menjadi tercemar. Dalam siklusnya di dalam tanah, air terus bertemu dan melarutkan berbagai mineral anorganik, logam berat dan mikroorganisme. Jadi, air mineral bukan aquades (H2O) karena mengandung banyak mineral.
Pengertian Kloroform:
              Kloroform adalah nama umum untuk triklorometana (CHCl3). Kloroform dikenalkarena sering digunakan sebagai bahan pembius, meskipun kebanyakan digunakansebagai pelarut nonpolar di laboratorium atau industri. Wujudnya pada suhu ruang berupa cairan, namun mudah menguap.Pada suhu normal dan tekanan, kloroform adalah cairan yang sangat mudahmenguap, jernih, tidak berwarna, berat, sangat bias, tidak mudah terbakar.
               Kloroform adalah nama umum untuk triklorometana (CHCl3). Kloroform dikenal karena sering digunakan sebagai bahan pembius, meskipun kebanyakan digunakan sebagai pelarut nonpolar di laboratorium atau industri. Wujudnya pada suhu ruang berupa cairan, namun mudah menguap.

Alkohol:
            Dalam kimia, alkohol merupakan senyawa organik dimana memilkiki gugus fungsional hidroksil (-OH) terikat pada atom karbon. Secara khusus, pusat karbon harus jenuh, memiliki ikatan tunggal dengan tiga atom yang lain.

           Kelas penting dari alkohol adalah alkohol asiklik sederhana, rumus umum untuk CnH2n +1 OH. Dari mereka, etanol (C2H5OH) adalah jenis alkohol yang ditemukan dalam minuman beralkohol, dan dalam penggunaan umum kata alkohol mengacu khusus pada etanol.

            Alkohol lainnya biasanya digambarkan dengan kata sifat mengklarifikasi, seperti dalam isopropil alkohol (propan-2-ol) atau alkohol kayu (metil alkohol, atau metanol). Akhiran ol muncul dalam nama kimia IUPAC dari semua zat di mana gugus hidroksil adalah kelompok fungsional dengan prioritas tertinggi, di mana sekelompok zat prioritas yang lebih tinggi hadir awalan hidroksi-akan muncul dalam nama IUPAC. Akhiran-ol non-sistematis nama (seperti parasetamol atau kolesterol) juga biasanya menunjukkan bahwa zat tersebut termasuk kelompok fungsional hidroksil dan, jadi, dapat disebut alkohol. Tapi banyak zat, khususnya gula (contoh glukosa dan sukrosa) mengandung gugus fungsi hidroksil tanpa menggunakaakhiran. 

            Alkohol yang paling umum digunakan adalah etanol, C2H5OH, dengan tulang punggung etana. Etanol telah diproduksi dan dikonsumsi oleh manusia selama ribuan tahun, dalam bentuk minuman beralkohol hasil fermentasi dan distilasi. Ini adalah cairan yang mudah terbakar jelas bahwa mendidih pada 78,4 ° C, yang digunakan sebagai pelarut industri, bahan bakar mobil, dan bahan baku dalam industri kimia. Di AS dan beberapa negara lain, karena batasan hukum dan pajak atas konsumsi alkohol, etanol ditakdirkan untuk keperluan lainnya sering mengandung aditif yang membuatnya tidak enak (seperti Bitrex) atau beracun (seperti metanol). Etanol dalam bentuk ini umumnya dikenal sebagai alkohol didenaturasi, ketika metanol yang digunakan, dapat disebut sebagai spirtus alkohol atau "roh bedah".


Pengertian Kertas Tulis:
           Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.
Pengertian Larutan Na2CO3:
           Na2CO3 merupakan larutan yang bersifat alkali. Alkali berfungsi untuk menghidrolisis minyak kelapa (lipid) menjadi gliserol dan sabun (garam alkali dari asam lemak). Reaksii ini disebut reaksi penyabunan.

Pengertian Larutan Sabun:
               Sabun adalah surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi mudah dibawa oleh air bersih. Di negara berkembang, detergen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci.

                Banyak sabun merupakan campuran garam natrium atau kalium dari asam lemak yang dapat diturunkan dari minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali pada suhu 80–100 °C melalui suatu proses yang dikenal dengan saponifikasi. Sabun yang dibuat dengan NaOH lebih lambat larut dalam air dibandingkan dengan sabun yang dibuat dengan KOH. Sabun yang terbuat dari alkali kuat (NaOH, KOH) mempunyai nilai pH antara 9,0 sampai 10,8 sedangkan sabun yang terbuat dari alkali lemah (NH4OH) akan mempunyai nilai pH yang lebih rendah yaitu 8,0 sampai 9,5. Lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun mentah. Secara tradisional, alkali yang digunakan adalah kalium yang dihasilkan dari pembakaran tumbuhan, atau dari arang kayu. Sabun dapat dibuat pula dari minyak tumbuhan, seperti minyak zaitun.

Pengertian Protein:
              Protein adalah senyawa kimia yang mengandung asam amino, tersusun atas atom-atom C, H, O, dan N. Protein berasal dari kata proteos yang berarti menduduki tempat pertama.
            Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.

Pengertian Larutan Empedu Encer:
Empedu terdiri atas tiga komponen : kolesterol, garam empedu dan lesitin. Ketiga senyawa ini merupakan senyawa amfipatik (lipid amfipatik/polar), yaitu senyawa yang mempunyai bagian hidrofobik yang berinteraksi dengan lemak dan bagian hidrofilik yang berinteraksi dengan air. Karena itu, senyawa tersebut sering ditemukan di pertemuan antara lemak dan air. Jika lipid polar yang berada dalam media aquous telah mencapai konsentrasi tertentu maka akan terbentuk misel.
BAB III
KESIMPULAN

Pada uji kelarutan terbukti bahwa lipida dapat larut sempurna dalam kloroform, karena kloroform merupakan pelarut organikikan. Jadi banyak larutan yang saya buktikan melalui uji analisi dapat di ketahui perbedaan warna serta reaksi dari perubahan masing-masing larutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar