Jumat, 28 Juni 2013

organel sel



ORGANEL SEL

1.   Reticulum Endoplasma (RE)
Retikulum endoplasma ada dua tipe yaitu:
- Retikulum endoplasma kasar, karena pada permukaannya terdapat ribosom.
- Retikulum endoplasma halus, karena pada permukaannya tidak terdapat ribosom.
Baik retikulum endoplasma halus maupun kasar berperan dalam sintesis dan transpor berbagai macam substansi kimia. Retikulum bertindak sebagai saluran berbagai macam sitoplasma yang menghubungkan diri dengan inti.
Retikulum Endoplasma (RE, atau endoplasmic reticula) adalah organel yang dapat ditemukan pada semua sel eukariotik.
Retikulum Endoplasma merupakan bagian sel yang terdiri atas sistem membran. Di sekitar Retikulum Endoplasma adalah bagian sitoplasma yang disebut sitosol. Retikulum Endoplasma sendiri terdiri atas ruangan-ruangan kosong yang ditutupi dengan membran dengan ketebalan 4 nm (nanometer, 10-9 meter). Membran ini berhubungan langsung dengan selimut nukleus atau nuclear envelope.
2.   Riosom (Ergastoplasma)
Merupakan butiran kecil nukleoprotein yang tersebar di dalamsitoplasma. Bahan penyusun ribosom adalah protein dan RNA ribocomal(RNAr). Ribosom ada yang tesebar bebas di dalam sitoplasma dan ada yangmelekat pada endosplasma.
Fungsinya, untuk melangsungkan sintesis protein. Ribosom yangterdapat di sitoplasma berguna untuk mensintesis protein yang berfungsididalam sitoplasma. Sedangkan ribosom yang berada di endoplasmagunannya untuk sintesis protein yang hasilnya masuk ke lumen RE.
3.   Mitokondria (The Power House)
Fungsi mitokondria mengambil energi dari zat-zat gizi dalam makanan dan mengubahnya menjadi suatu bentuk yang dapat digunakan untuk menjalankan aktivitas sel. Sehingga mitokondria disebut juga dengan “organel energi”. Pada mitokondria terdapat lipatan-lipatan yang mengarah ke dalam  dan menonjol ke rongga dalam yang disebut krista.  Krista diisi oleh cairan yang berbentuk gel yang dinamakan matriks. Selain itu krista juga ditempeli oleh protein-protein transportasi elektron yang bertanggung jawab untuk mengubah sebagian besar energi yang terkandung dalam makanan menjadi bentuk yang dapat digunakan. Sedangkan cairan gel di dalam krista atau yang disebut matriks. Matriks merupakan cairan yang mengandung campuran pekat ratusan enzim berbeda yang memiliki fungsi untuk mempersiapkan molekul-molekul nutrien untuk pengambilan akhir energi yang dapat digunakan oleh protein-protein yang terdapat di krista.
4 Lisosom
Lisosom berasal dari kata lyso = pencernaan dan soma = tubuh,
Merupakan membran kantong kecil yangberisi enzim hidrolitik yang disebut lisozim.
Lisosom adalah organel berbentuk agak bulat dan dibatasimembran tunggal.

Secara rinci fungsi lisosom adalah sebagai berikut :
1.    Melakukan pencernaan intrasel
2.     Autofagi yaitu menghancurkan struktur yang tidak dikehendaki, misalnya organel lain yangsudah tidak berfungsi
3.    Eksositosis yaitu pembebasan enzim keluar sel, misalnya pada pergantian tulang rawan pada perkembangan tulang keras
4.    Autolisis yaitu penghancuran diri sel dengan membebaskan isi lisosom ke dalam sel, misalnyaterjadi pada saat berudu menginjak dewasa dengan menyerap kembali ekornya
5.    Menghancurkan senyawa karsinogenik Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa lisosom mempunyai peranan penting dalam sel.
Kegagalan dalam proses pencernaan olehlisosom dapat menyebabkan penyakit silikosis dan rematik .

5. Badan Golgi (Apparatus Golgi)
Fungsi badan golgi adalah
- Sebagai tempat sintesis polisakarida seperti mucus ( lendir )
- Membentuk membran plasma ( Karena mengsekresikan protein )
- Membentuk akrosom pada sel sperma, kuning telur
( yolk ) dan lisosom
- Membentuk kantong sekresi untuk membungkus zat yang akan dikeluarkan oleh sel seperti protein,
glikoprotein,


6. Sentrosom
Sentrosom adalah Organel sel yang berfungsi aktif pada pembelahan sel dan hanya terdapat pada sel hewan. Sentrosom merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang terjadi ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian kutub-kutub sel yang sedang membelah. Pada siklus sel di tahapan interfase, terdapat fase S yang terdiri dari tahap duplikasi kromosom, kondensasi kromoson, dan duplikasi sentrosom..
  7. Plastida
Plastida yang utama organel yang ditemukan dalam sel-sel tanaman dan ganggang. They are the site of manufacture and storage of important chemical compounds used by the cell. Mereka adalah tempat pembuatan dan penyimpanan senyawa kimia penting yang digunakan oleh sel. Plastids often contain pigments used in photosynthesis , and the types of pigments present can change or determine the cell 's color. Plastida sering mengandung pigmen yang digunakan dalam fotosintesis , dan jenis pigmen hadir dapat mengubah atau menentukan sel warna 's. They possess a double-stranded DNA molecule, which is circular, like that of prokaryotes . Mereka memiliki molekul DNA beruntai ganda, yang melingkar, seperti yang prokariota.
Plastida dibedakan (proplastids) dapat berkembang menjadi salah satu varian berikut:
·         Chloroplasts green plastids: for photosynthesis ; see also etioplasts , the predecessors of chloroplasts Kloroplas hijau plastida: untuk fotosintesis , lihat juga etioplasts , pendahulu dari kloroplas
·         Chromoplasts /coloured plastids: for pigment synthesis and storage Chromoplasts / plastida berwarna: untuk sintesis pigmen dan penyimpanan Gerontoplasts : control the dismantling of the photosynthetic apparatus during senescence
·         Leucoplasts colourless plastids: for monoterpene synthesis; leucoplasts sometimes differentiate into more specialized plastids: Leucoplasts berwarna plastida: untuk monoterpene sintesis
8. Vakuola
merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris)yang berupa rongga yang diselaputi membran (tonoplas). Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Selain itu, Vakuola juga berisi asam organik, asam amino, glukosa, gas, garam-garam kristal, alkaloid. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah.
Fungsi Vakuola:
1. Tempat penyimpanan zat cadangan makanan seperti amilum dan glukosa
2. Tempat menyimpan pigmen (daun, bunga dan buah)
3. Tempat penyimpanan minyak atsirik (golongan minyak yang memberikan bau khas seperti minyak kayu putih)
4. Mengatur tirgiditas sel (tekanan osmotik sel)
5. Tempat penimbunan sisa metabolisme dan metabolik sekunder seperti getah karet, alkaloid, tanin, dan kalsium oksabit
Bagi tumbuhan, vakuola berperan sangat penting dalam kehidupan karena mekanisme pertahanan hidupnya bergantung pada kemampuan vakuola menjaga konsentrasi zat-zat terlarut di dalamnya. Proses pelayuan, misalnya, terjadi karena vakuola kehilangan tekanan turgor pada dinding sel. Dalam vakuola terkumpul pula sebagian besar bahan-bahan berbahaya bagi proses metabolisme dalam sel karena tumbuhan tidak mempunyai sistem ekskresi yang efektif seperti pada hewan. Tanpa vakuola, proses kehidupan pada sel akan berhenti karena terjadi kekacauan reaksi biokimia
9. Mikrotubulus
adalah organel sel ,di dalam sitoplasma semua sel eukariot, berupa silinder panjang yang berongga dengan diameter luar kira-kira 25 nm dan diameter dalam ± 12 nm
Mikrofilamen adalah serat dengan ukuran sangat kecil dan padat yang tersusun dari protein globuler yang bergulung aktin.
Fungsi mikrofilamen (filamen aktin):
  • Untuk menjaga bentuk sel sepanjang mikrotubul
  • Mikrofilamen biasanya membentuk jaringan sub membran plasma untuk mendukung bentuk sel
  • Kontraksi otot (filament aktin bergantian dengan serat yang lebih tebal dari myosin, membentuk protein motor, dalam jaringan otot)
  • Siklosis (pergerakan komponen sitoplasma di dalam sel)
  • Pergerakan ‘amuboid’ dan fagositosis
  • Bertanggung jawab untuk pemutusan galur pada sitokinesis hewan
10. Peroksisom
organel yang terbungkus oleh membran tunggal dari lipid dwilapis yang mengandung protein pencerap (reseptor). Peroksisom tidak memiliki genom dan sekarang hanya fungsi penting yang tidak dapat dilakukan mengandung sekitar 50 enzim, seperti katalase dan ureat oksidase yang mengkristal di pusatnya. Peroksisom ditemukan pada semua sel eukariota.
Peroksisom dianggap sebagai organel primitif yang melakukan semua metabolisme oksigen di dalam sel eukariota tipe awal. Produksi oksigen oleh bakteri fotosintetik akan terakumulasi di atmosfer. Hal ini menyebabkan oksigen menjadi toksik bagi sebagian sel. Peroksisom berperan menurunkan oksigen dalam sel dan melakukan reaksi oksidatif. Berkembangnya mitokondria mengambil alih sebagian besar fungsi oksidatif tersebut dan membuat peroksisom kurang terpakai. Yang tersisa pada era modern mitokondria


Perbedaan sel hewan dan tumbuhan

Sel Hewan
1. tidak memiliki dinding sel
2. tidak memiliki plastida
3. memiliki lisosom
4. memiliki sentrosom
5. timbunan zat berupa lemak dan glikogen
6. bentuk tidak tetap
7. pada hewan tertentu memiliki vakuola, ukuran kecil, sedikit
Sel Tumbuhan
1. memiliki dinding sel dan membran sel
2. umumnya memiliki plastida
3. tidak memiliki lisosom
4. tidak memiliki sentrosom
5. timbunan zat berupa pati
6. bentuk tetap
7. memiliki vakuola ukuran besar, banyak


Transpor lewat membran
Transpor lewat membran dibedakan atas:
1. Transpor pasif, tanpa bantuan energi dari sel (difusi dan osmosis)
2. Transpor aktif, dengan menggunakan energi dari sel (endositosis, eksositosis dan pompa natrium kalium).




3 komentar:

  1. wah postinganya lengkap
    membantu banget dalam mengerjakan tugas biologiku
    trimakasih
    ditunggu postingan beriutnya

    BalasHapus
  2. tetap semangat dalam memposting berbagai jenis materi... sangat bermanfaat banget

    BalasHapus